RUWATAN SUFISME


Ruwatan merupakan laku ritual yang didasari oleh rasa keyakinan/kepercayaan yang bertujuan untuk memperbaiki jalan hidup/membuang sukerto kehidupan. Masyarakat Jawa percaya ruwatan merupakan salah satu upaya spiritual untuk membangun masa depan yang lebih bagus bagi anak-anakatau siapa sajayang memiliki sukerto.


Ruwatan Sukerto adalah cara pembersihan/penetralisiran sengkolo serta energi negatif yang ada pada diri seseorang, menyebabkan seseorang banyak menghadapi problem hidup yang sulit untuk diselesaikan, seperti : stress, sulit mencari pekerjaan, sakit tak kunjung sembuh, keluarga berantakan, hidup selalu sial, sulit jodoh, selalu gelisah, dan lain sebagainya.


Sengkolo/Sukerto bisa timbul dari pribadi kita sendiri, yaitu : tingkah laku kita yang buruk (keluar dari etika susila maupun agama) sehingga dapat menimbulkan energi negatif yang menyelubungi/menghijab seseorang, energi negatif tersebut menjadikan hidup tidak tenang dan sengsara serta sial, sedangkan yang ditimbulkan dari leluhur adalah perbuatan yang menyalahi aturan agama sehingga yang menerima karma adalah keturunannya, hal tesebut terjadi akibat proses dari keseimbangan alam / Sunatulloh.


Ruwatan Sukerto/Sengkolo bisa dilaksanakan dengan permohonan ampun (do’a-do’a khusus) yang ditujukan kepada Alloh SWT (Tuhan Yang Maha Esa) atau dengan menggelar wayang purwo yang intinya untuk menetralisir energi negatif atau segkolo.


Ruwatan merupakan ritual sakral untuk pembersihan/menetralisir efek-efek negatif pada MKS sebelum diijazahkan keilmuan yang ada di MKS